Sunday, November 9, 2014

eQSL.cc Dalam Pandangan Saya

http://sandes.us/blogs/1/3/e-qsl-cc-dalam-pandangan-saya

eQSL.cc Dalam Pandangan Saya

Robby Sandes  YD4IRS

Berbicara mengenai eQSL dan LoTW. Barang ini memang telah menjadi perdebatan yang lama dan berkepanjangan. Tetapi mata saya memandangnya dengan cara yang berbeda dan saya tidak akan pernah mengatakan bahwa ada yang terbaik dan ada yang terburuk, ada yang meyakinkan dan ada yang meragukan diantara kartu QSL, eQSL, LoTW, iQSL, Clublog, HRDLog.net, QRZ.com Logbook, dan masih banyak lagi.

Tidak dapat saya menutup mata, bahwa masing-masing mereka berjaya didunianya, mereka diakui oleh para penggunanya, semakin banyak pengguna dari penyedia QSLing semakin besar persaingan diantara penyedia itu. sedangkan kita tidak dapat menolaknya bahwa dari sekian banyak metode QSLing itu semuanya memiliki celah untuk melakukan sesuatu yang tidak jujur, kalau amatirnya memang tidak jujur. Tetapi apakah anda pernah mengakuinya bahwa QSLing bukan kerjaan seorang diri, artinya seorang amatir harus mengajak amatir lain untuk berlaku tidak jujur

Bahkan secara "ekstrim" saya harus mengatakan kepada anda, bahwa melalui metode si "Old Style" QSL Card yang berbentuk kartu pos itu pun seorang amatir radio masih dapat melakukan kecurangan. Kenapa tidak ? Lho... Saya tinggal cari data QSL Info amatir radio yang saya butuhkan, lalu saya kirim QSL Card kepadanya walaupun saya belum pernah ber-QSO dengan mereka, jika sudah begini artinya saya sedang mengajak amatir lain untuk ber-tidak jujur. Masalahnya sekarang apakah amatir radio yang saya kirimi QSL Card tadi mau saya ajak untuk ber-tidak jujur ? Jika saya beruntung, maka akan datang balasan QSL Card kepada saya dan akhirnya saya sah mendapatkan 1 credit QSO, kalau tidak beruntung ya sampai kapanpun saya tidak akan mendapatkan balasannya atau mendapat balasan dengan berbagai macam keterangan yang akhirnya menggagalkan kecurangan saya. Belum lagi dengan teknologi yang ada sangat dimungkinkan untuk seorang amatir membuat QSL Card palsu, atau bahkan sampai ada yang ingin menginduk kepada seorang QSL Manager ternama untuk bekerja sama melakukan kecurangan. Tentu kembali lagi kepada individu yang terlibat mau atau tidak.

"Tapi itu sangat sulit dan sangat tidak mungkin dilakukan, kalau melalui eQSL bisa melakukan "blast" dengan biaya hampir tidak ada"

Hahaha... sulit bukan berarti tidak bisa dan saya pernah mendengar cerita bahwa telah ada yang mencobanya.

Sekarang kita ke metode eQSL. Mari kita perhatikan gambar dibawah ini :



Baiklah, saya ingin mengajak anda ber-negatif thinking sejenak. katakanlah RA9CM sedang berusaha melakukan kecurangan dan mengajak saya untuk ber-tidak jujur dengan mengirimkan eQSL kepada saya dengan data QSO yang dapat dilihat kasat mata. Saya tidak ingat lagi kapan dia mengirimnya kepada saya, tapi yang jelas saya telah melakukan investigasi kepada diri saya sendiri dengan bertanya benarkah saya pernah ber-QSO dengan RA9CM? Yang saya khawatirkan adalah kekhilafan saya dalam pencatatan QSO, mungkin saja saya yang lupa mencatatnya dalam Logbook saya (Pengalaman : Salah Lihat, Salah Dengar, Salah Tulis adalah kekhilafan umum amatir radio). Tapi akhirnya saya sampai pada keputusan bahwa saya tidak pernah ber-QSO dengannya, karena itulah sampai sekarang eQSL tersebut belum saya balas/approve tetapi juga tidak saya tolak/reject untuk menjaga seandainya kesalahan memang ada pada saya. Jika memang orang itu mengajak saya untuk tidak jujur, maka saya tidak mau ikutan tidak jujur dan orang itu tidak pernah mendapatkan 1 QSO yang valid dengan saya.

Bukankah hal yang sama terjadi juga pada LoTW ? Bedanya adalah, saya tidak akan pernah tahu bahwa ada orang yang berusaha untuk tidak jujur. Nah pada eQSL, semua penggunanya dituntut untuk menjadi orang jujur, dan saya termasuk didalamnya, karenanya eQSL tersebut tidak menjadi sebuah QSO yang verified. Hehehe..... Itu kalau si RA9CM memang tidak jujur, tapi kalau ternyata dia jujur, saya jujur dan kami memang pernah QSO tapi terjadi perbedaan pencatatan data QSO ? Hayo, di eQSL saya dapat mengetahuinya, Ahh... ternyata pencatatan jamnya berbeda, lalu saya hubungi dia, "Bro... ente nyatet jam sekian, saya nyatet jam sekian nih, kita samakan data yah jamnya jadi jam sekian, setuju ?" dia jawab "OK bro." Lalu kami kirim lagi eQSL dengan data yang kami sepakati dan verified. Validkah ? Ya tentu donk, kan kami benar-benar ber-QSO cuma salah dalam pencatatan. Apakah anda dapat seperti ini di LoTW ? Jawabnya. No way!! Nikmatilah kesalahan yang telah anda lakukan. "Salah sendiri bro, kenapa tidak teliti. Silahkan anda kontak lagi atau begadang lagi untuk cari DXCC baru lagi, lalu upload lagi" ujar LoTW. Hahaha... 

Sekalian saya memberikan tips kepada anda, jika anda sedang menunggu beberapa DXCC yang belum verified di LoTW, cobalah anda membuat akun pada eQSL lalu upload semua data QSO anda. Mungkin saja anda akan menerima beberapa eQSL dengan tanda silang dan centang merah hijau seperti gambar diatas. Bila ya, coba anda teliti dan ingat-ingat lagi apakah anda pernah berQSO dengannya ? Bila anda yakin bahwa anda pernah berQSO dengannya, berarti terdapat perbedaan pencatatan data QSO antara anda dengannya. Periksa kembali data QSO dalam logbook anda, ada perbedaan ? Bila ya, selanjutnya terserah anda, apakah mau anda ubah data log anda menyesuaikan dengan lawan QSO lalu menguploadnya kembali ke LoTW atau anda diamkan saja padahal anda telah menyadari terdapat kesalahan pencatatan data QSO.

Lalu mari perhatikan lagi gambar dibawah ini :




Pernahkah anda berkomunikasi langsung ke Jepang melalui 2 meteran ? Tidak pernah ? Saya pernah. Hahaha..... Gambar diatas merupakan balasan dari eQSL yang saya kirim kepada JF1IZA. Saya jujur saja, memang saya tidak melakukan QSO itu, dan saya telah secara tidak sengaja mengirim eQSL tersebut, yang terjadi adalah error pada komputer saya sehingga berpengaruh kepada data QSO pada logbook saya. Tapi Okelah, katakanlah saya tidak jujur dan telah berusaha untuk melakukan kecurangan dengan sengaja mengirim eQSL tersebut, lalu apa yang saya dapatkan ? Secara spontan JF1IZA membalasnya dengan me-reject eQSL dari saya dan menuliskan pesan singkat "Not QSO". Jika memang saya tidak jujur, maka orang itu tidak mau ikutan tidak jujur. Ahh... Sayang, padahal saya ingin sekali menjadi orang pertama yang berhasil QSO langsung lewat 2 meteran dari Palembang ke Jepang. Hahahaha.......

"Yaa... Itulah eQSL, meragukan, tidak valid, kalau lewat LoTW tidak bisa terjadi seperti itu". Sekali lagi saya tegaskan, eQSL, LoTW, iQSL dll tidak akan bisa berbuat apa-apa manakala amatir radio yang terlibat setuju untuk berbuat tidak jujur, saya bisa saja mengajak amatir radio lain untuk berbuat tidak jujur dengan menambahkan data QSO yang tidak pernah kami lakukan lalu meng-uploadnya ke LoTW dan jika LoTW menolaknya untuk menyatakan "Verified" justru LoTW yang bakal ketiban masalah, ya toh ? Apa alasannya tidak valid ? Dari mana LoTW tahu bahwa kami tidak pernah QSO ? Dari mana LoTW tahu kalau kami tidak jujur ?

Artinya,

"Valid/sah atau tidaknya sebuah konfirmasi bukan dibebankan kepada penyedia QSL Online, tetapi tanggungjawab para penggunanya"

Dalam inbox eQSL saya terdapat 1016 eQSL tidak termasuk 2 callsign diatas dan semuanya saya peroleh dengan jujur, tapi waktu diajukan sebagai credit CQ WPX, eQSL saya hanya 406 yang dinyatakan valid, aneh kan ? Lebih aneh lagi yang menyatakan "valid 406 credit" itu bukan CQ Magazine tetapi eQSL sendiri yang memangkasnya. Hmm, kenapa eQSL tidak mengirimkan 1016 eQSL itu kepada CQ Magazine dan biarkan CQ Magazine yang mem-validasinya ? Karena CQ tidak meragukan data yang valid pada eQSL.cc.

Ada alasan lain ?

"eQSL tidak bisa dipakai untuk claim DXCC"

Benar dan wajar, karena DXCC award diterbitkan oleh ARRL yang juga pengelola LoTW, dan jika klausul itu tidak diubah oleh ARRL maka saya tetap akan menggunakan kredit LoTW saya jika telah mencukupi untuk apply DXCC award dengan apapun konsekuensinya yaitu besaran biaya yang diperlukan. Untuk semua program yang dikelola oleh ARRL atau pihak lain yang hanya mau menerima LoTW, saya terpaksa mengikuti "gengsi"nya mereka yang tidak mau mengakui credit eQSL.cc.

Bagaimana dengan CQ WPX ? Apakah LoTW bisa untuk klaim CQ WPX, sangat bisa. Apakah eQSL bisa untuk klaim CQ WPX ? Ehemm... YD4IRS salah satu pelakunya. Hehehe... Jika anda memandang eQSL sebagai sesuatu yang kurang meyakinkan artinya pandangan yang samatelah anda jatuhkan kepada pihak yang telah mengakuinya dan menerbitkan sesuatu berdasarkan eQSL.cc, CQ WPX Award yang telah saya peroleh adalah melalui eQSL bukan LoTW, lalu apakah anda akan merubah pandangan anda terhadap CQ Magazine atau CQ WPX Award saya? Itu merek dan logo CQ bukan sembarangan lho !? Keputusannya untuk mengakui eQSL tentu telah melewati banyak pertimbangan yang mungkin tidak pernah terlintas dalam pikiran kita serta mempertaruhkan reputasinya, dan tetap saja banyak orang yang memajang logonya dan menggantung logo itu didalam studionya, malah berebut untuk mendapatkan sertifikat yang diproduksi olehnya. Hahaha....

Anda pernah klaim CQ WPX Award melalui LoTW ? Berikanlah informasi kepada saya, berapa biaya yang telah anda keluarkan ? Pada tanggal 6 Nopember 2014 yang lalu, seorang teman saya sesama amatir radio Indonesia telah mengajukan CQ WPX Award melalui LoTW, dan dia dikenakan biaya USD$ 36.00 oleh LoTW totalnya USD$ 50.50 termasuk fee award untuk 1 CQ WPX Award dari CQ Magazine, saya sangat menyesal karena terlambat mengabarkan kepada beliau karena saya hanya mengeluarkan biaya USD$ 34.00 untuk 2 CQ WPX Award melalui eQSL. Hallooooo......

"Ya tapi khan lain kesannya kalau lewat LoTW, Itu yang paling valid, ARRL organisasi yang bunafit bla...bla...bla"

Baik... baik...baik... Jika itu alasannya saya sangat memahami dan menghargainya, Anda mampu untuk tetap pada pendirian anda dengan segala konsekuensinya dan saya akan tetap menggunakan eQSL selagi bisa dan barulah saya menggunakan LoTW kalau memang cuma itu jalannya.



Tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman pribadi dan yang telah orang lain alami, tanpa ada niat sedikitpun untuk menyatakan salah, mendiskreditkan sesuatu atau pendapat orang lain.

No comments:

Post a Comment